Saturday, October 14, 2017

Artikel Siswa

Kampungku adalah Kehidupanku

Oleh : Intan Juwita

Pernahkah Anda berpergian melalui Jalan Laksamana Malahayati? atau pernahkah Anda mengunjungi pantai Ujung Batee? jika Anda pernah, maka di situlah kampung halamanku. Tepatnya di km 19,5, Anda akan menjumpai perkampungan yang bernama Durung.

Memang aneh kedengaranya karena sebagian masyarakat di Banda Aceh tidak mengenal daerah kami. Perkampungan dengan luas 3,0 km ini, memiliki penduduk kurang lebih seribu jiwa, mata pencaharian masyarakatnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu nelayan dan membelah batu.

Kampungku menjadi terkenal karena telah dibangun sebuah sekolah ikatan dinas di bawah payung Kementerian Dinas Perhubungan yang bernama BP2IP Malahayati. Dengan berdirinya BP2IP Malahayati membuka kesempatan putra-putri daerah untuk masuk ke sekolah tersebut sehingga menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat sekitarnya. Mereka mulai mengembangkan usahanya di bidang kuliner dan kos-kosan.

Selain BP2IP Malahayati, ada kebanggan lainnya yang menjadi pusat perhatian yaitu sebuah masjid yang megah dengan kapasitas 500 jamaah. Letak masjid ini pun sangat strategis yaitu di pinggir jalan raya. Jamaah dari masjid ini tentunya bukan hanya dari masyarakat sekitar melainkan ada beberapa pengunjung dari luar kota, mereka biasanya singgah untuk shalat sebelum meneruskan perjalanan ke pantai Pasir Putih.

Jika di pagi hari, kampungku ramai anak-anak yang hendak sekolah. Ketika sore hari, anak-anak, remaja, dan pemudanya memenuhi lapangan sepak bola untuk berolahraga. Pada malam harinya anak-anak berbondong-bondong mengaji dan menimba ilmu agama di balai-balai pengajian.

Demikianlah sepenggal cerita mengenai kampungku, semoga dapat mengispirasi Anda. Kampung halamanku adalah tempat berteduh yang paling nyaman dari hiruk-pikuk keramaian dunia. Di manapun Anda berada ingatlah selalu kampung halaman Anda karena di situlah pertama kali Anda dilahirkan dan melihat dunia.



Penulis  : Intan Juwita
Kelas     : XII MIA 4
Sekolah : SMA Negeri 5 Banda Aceh

Editor    : Andi Istanto

Tuesday, October 10, 2017

Mengontruksi Teks Artikel

Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum

Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin penting berikut ini:
  1. Tentukan Tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik minat baca.
  2. Tetapkan Tujuan penulisan. 
  3. Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. 
  4. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel
  5. Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah. Anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar.
Demikian langkah-langkah penulisan artikel secara umum. Sedangkan langkah-langkah rincinya harus anda sesuaikan dengan bentuk atau jenis artikel yang ingin anda tulis. Sebab tiap bentuk atau jenis artikel memiliki cara penulisan berbeda.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk atau jenis artikel beserta contohnya.
Artikel Deskripsi
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel gambar. Sebab seratus persen artikel ini berisi gambaran keadaan, kejadian, peristiwa.
Cara Penulisan Artikel Deskripsi
  1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
  2. Tentukan juga tujuan penulisan.
  3. Tentukan rumusan ide pokok.
  4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
  5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
Contoh artikel deskripsi:
Lebih Dekat dengan Asrama PPG SM-3T

Oleh : Andi Istanto

Bila Anda ke Darussalam, tepatnya di Jalan Inong Balee dari arah simpang galon dan lurus saja mengikuti jalan tersebut. Sebelum simpang tiga Anda akan berjumpa dengan bangunan yang di depannya ada papan nama “Asrama Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal      (SM-3T) Pendidkan Profesi Guru (PPG)”. Nah di tempat itulah calon guru masa depan diasramakan.

Hidup berasrama tentu ada suka dan dukanya. Kami dikumpulkan di sana dari berbagai macam latar belakang, daerah, suku, dan keluarga yang berbeda. Di sana kami ditempah dan di tanamkan kedisiplinan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Kegiatan finger print pukul 04:30 wib s.d. 05.30 wib menjadi rutinitas yang wajib kami laksanakan. Sholat Subuh Berjamaah bagi yang putra juga wajib dilaksanakan, sarapan pagi pukul 07.00 wib, makan siang pukul 14.30 wib, dan makan malam pukul 19.15 s.d. 20.00 wib selalu kami lakukan secara bersama-sama. Kegiatan tausyiah malam Minggu dan senam pagi di hari Minggu serta apel pagi juga menjadi kegiatan wajib bagi peserta PPG SM-3T Unsyiah.

Fasilitas di Asrama PPG SM-3T lumayan berkelas. Dilihat dari segi bangunan cukup memadai, ada satu ruang makan dilengkapi, meja panjang, kursi plastik, dan TV LCD 32 inci. Ada dua ruang belajar yang nyaman. Satu ruang pustaka asrama menyediakan beragam jenis dan judul buku. Semua ruangan  tersebut dilengkapi dengan AC. Kemudian di lingkungan Asrama juga full wifi 24 jam nonstop.

Satu blok berisikan empat bagian blok dan tiap bagian blok berisikan lima kamar dan dua kamar mandi serta 1 bak besar untuk mencuci pakaian. Fasilitas kamar tidur juga tak kalah nyamannya, setiap kamar dihuni dua peserta berisikan dua ranjang spring bed, satu kipas angin besar menempel di dinding, satu lemari pakaian, satu meja belajar, dan dua kursi.

Fasilitas olahraga juga sangat didukung penuh, seperti tersedia satu lapangan voli, dua papan tenis meja, beberapa perlengkapan badminton, papan catur, dan khusus untuk peserta putra difasilitasi bermain futsal gratis setiap minggunya. Selain kegiatan olahraga, di asrama juga ada full instumen musik dari gitar hingga alat lainnya.

Mengenai keamanan, pihak asrama bekerja sama dengan pihak pamong asrama untuk menjaga fasilitas yang ada di asrama. Seperti mengunci pintu gerbang dan memantau keamanan tempat parkir. Untuk menikmati semua fasilitas itu peserta PPG SM-3T tidak serupiah pun dipungut biaya, mereka malah diberi uang saku dan transport setiap bulan, uang buku setiap satu semester dan jalan-jalan di akhir tahun. Mereka semua dibiayai oleh negara sebagai reward atas pengabdian mereka di 3T selama setahun.

Itulah gambaran asrama dan kegiatan peserta PPG SM-3T Unsyiah Tahun 2017, mereka dipersiapkan oleh negara untuk menjadi guru profesional, guru masa depan, ataupun guru garis depan. Mereka adalah orang-orang pilihan yang memikul beban mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan motto PPG SM-3T “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia” menuju generasi emas tahun 2045.

Ditulis oleh Andi Istanto, S.Pd.
Mahasiswa PPG SM-3T 2017
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FKIP Universitas Syiah Kuala



 Berikut Pola Pengembangan Artikel di atas:

Topik                                  : Asrama PPG SM-3T
Tujuan                               : Mendeskrisikan Asrama PPG SM-3T
Rumusan masalah          : Bagaimanakah mendeskrisikan Asrama PPG SM-3T
Pengembangan                :
         Deskripsi kegiatan : kegiatan di Asrama PPG SM-3T
         Deskripsi tempat    : Ruang makan, Ruang belajar, blok dan fasilitas olahraga

Syarat sukses membuat artikel deskripsi adalah, pertama: makin banyak indera yang kita libatkan makin baik karena pembaca akan dapat merasakan, membayangkan bahkan ikut mengalami apa yang kita deskripsikan. Dari contoh artikel di atas misalnya pada judul: Semburat Senja… Si penulis ingin kita melihat senja.
Kedua, jangan masukkan opini atau pendapat anda kedalam artikel. Dasar artikel deskripsi adalah MENGGAMBAR atau MELUKIS, jadi gambar dan lukislah apa adanya, pure alias murni mengajak pembaca untuk melihat keadaan atau realita atau pengalaman yang anda rasakan dan alami.
Artikel Narasi
Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Saya lebih suka menamainya sebagai artikel cerita.
Ya, seperti cerita (novel, cerpen, komik, dongeng, film, drama, dll), dalam artikel narasi harus ada penokohan, seperti dalam cerita pada umumnya. Sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan masalah dan berkonflik dengan kehidupan. Dan ia berusaha memenangkan pergulatan tersebut. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.
Cara penulisan artikel narasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan.
  3. Tentukan rumusan ide pokok.
  4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita: awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks; pada bagian akhir sudahi dengan anti klimaks dan ending.
  5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.

Contoh Artikel Narasi:
Pulau Seribu Pompong

Oleh: Andi Istanto


Deruan gemuruh Feri Pak Bujang memecah keheningan di kala itu. Semua penumpang bergantian menggapai bibir pelabuhan. Malam itu 20 Agustus 2015, pertama kali aku menapakkan kaki di Pulau Mengkait sebagai peserta SM-3T angkatan V Unsyiah. Aku menarik koper dan menggendong ransel melewati gang-gang sempit di celah-celah rumah warga. Inilah pulau yang sering dikatakan orang bahwa pulau ini lain daripada pulau yang lain.

Aku menghentikan langkahku ketika salah seorang penumpang tadi mengajakku untuk singgah di rumahnya. Akupun bergegas memasukan koper dan tasku ke rumah tersebut. Setelah aku pahami, ini adalah deretan rumah dinas guru, satu deret berisikan tiga sekat ruang, satu sekat berukuran 4m x 9m ke belakang.

Pulau Mengkait memiliki hawa lumayan hangat, aku duduk di teras sambil memandangi langit berbintang kala itu. Tak lama berselang, aku mendengar pintu rumah sebelah kiri terbuka. Ada sepasang suami istri mendekatiku dan mulai menyapaku. Setelah berkenalan, mereka adalah guru yang bertugas di Mengakait. Mereka adalah Pak Santar Manulang dan Ibu Riris Gultom berasal dari Medan.

Jarum jam menunjukan pukul 01.00 dini hari, mataku enggan untuk terpejam. Aku memutuskan untuk tiduran di teras dengan beralaskan meja lumayan panjang yang tersedia di teras tersebut. Udara di teras agak sepoi-sepoi membuat mata berlahan mulai menutup dan tak lama kemudian aku mulai tertidur.

Ayam berkokok silih berganti sehinga aku terjaga dari tidur lelapku. Akupun langsung menuju bak mandi untuk mencuci muka. Betapa terkejutnya ketika aku membuka pintu belakang yang bersentuhan langsung dengan pemakaman warga.

Pulau Mengkait adalah pulau dalam gugusan pulau terluar Indonesia yang letaknya langsung berhadapan dengan Laut Natuna. Pulau Mengkait memiliki luas 8 Ha, dengan jumlah penduduk 1200 jiwa. Pulau Mengkait disebut pulau seribu pompong karena di pulau ini terdapat pompong-pompong nelayan yang bersandar di sekitar pelabuhan yang jumlahnya sangat banyak dan paling banyak dibandingkan dengan desa-desa lainya di seluruh Kab. Kep. Anambas.

Ditulis oleh Andi Istanto, S.Pd.
Mahasiswa PPG SM-3T 2017
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FKIP Universitas Syiah Kuala



 Berikut Pola Pengembangan Artikel di atas:

Topik                           :  perjalanan ke Pulau Mengkait
Tujuan                         : menarasikan perjalanan ke Pulau Mengkait
Rumusan                    : bagaimanakah menceritakan perjalanan ke Pulau Mengkait
Urutan peristiwa          : Keadaan malam hari, tengah malam, dan pagi hari.

Syarat sukses menulis artikel narasi adalah pada kemampuan kita menyajikan konflik yang dialami tokoh cerita dan bagaimana sang tokoh menyikapi masalah itu dengan caranya sendiri. Makin hebat konflik, makin hebat sikap sang tokoh, makin menarik artikel tersebut.
Oya, dalam menulis narasi, kita (penulis) boleh menyisipkan opini atau pesan yang terkandung di dalam cerita. Hanya saja opini atau pesan tersemat, tersirat, tidak tersurat. Pesan cerita menyatu di dalam alur cerita dan tidak diumbar secara fulgar seperti artikel argumentasi. 
Artikel Eksposisi
Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Sering disebut sebagai artikel pameran.
Disebut artikel pameran sebab ciri khas artikel ini adalah memamerkan poin-poin, urut-urutan angka, tahap demi tahap langkah, menjajarkan definisi, dll. Terkadang terdapat unsur opini pribadi dalam artikel jenis ini, terkadang tidak (terutama pada penjabaran definis ilmiah).
Cara Penulisan Artikel Eksposisi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskanpengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
  5. Berikan kesimpulan
Jenis artikel ini adalah berjenis How To, yaitu cara membuat sesuatu. Artikel eksposisi khususnya jenis how to adalah artikel yang paling mudah digarap (terutama untuk menulis artikel di blog). Sebab kita menulis hal-hal yang bersifat praktis tanpa penjabaran tanpa analisa mendalam. Artikel yang mungkin agak susah adalah menulis definisi ilmiah, sebab kita benar-benar harus mencari literatur yang terpercaya untuk meyakinkan pembaca.

Artikel Argumentasi
Artikel ini berupa karangan opini (pendapat pribadi, oranisasi atau lembaga).  Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat, keadaan atau kebijakan. Penulis biasanya akan memasukkan opini pribadi atau kelompoknya kedalam tulisan secara fulgar, tentu dengan data atau fakta yang mendukung. Sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca. Artikel jenis ini sering disebut sebagai artikel pendapat.
Cara Penulisan Artikel Argumentasi
  1. Tentukan masalah/ tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan masalah (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri dan juga dapat melemahkan pendapat orang lain (kalau ada).
  5. Berikan kesimpulan
Sebenarnya, beropini atau berargumen itu mudah, asal alasan kita meyakinkan. Syarat sukses menulis artikel argumentasi adalah: Anda benar-benar harus menguasai masalah plus BANYAK MEMBACA. Jangan sampai kita diketawai karena ada informasi yang janggal atau tidak logis atau salah kutip atau kadaluarsa yang kita masukkan ke dalam artikel.

Artikel Persuasi
Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu dan sebaliknya meninggalkan sesuatu. Artikel jenis ini sering disebut sebagai artikel bujukan.
Artikel ini biasanya banyak digunakan oleh pebisnis, konsultan, agamawan, psikolog, terapis, pengambil kebijakan dan siapa saja yang ingin menggiring khalayak untuk mau, rela, antusias, bersemangat mengamini dan tidak menolak apa yang mereka tawarkan.
Cara Penulisan Artikel Persuasi
  1. Tentukan masalah/ tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
  5. Berikan kesimpulan.
Kita akan benar-benar sukses menulis artikel jenis ini adalah: Kita harus mengalami, merasakan (atau sedikit mengalami/ merasakan) apa yang kita ingin orang lain alami dan rasakan. Sehingga kita bisa bersemangat membujuk orang untuk mengikuti pesan dalam tulisan kita. Bila kita bersemangat, pembaca juga akan bersemangat membacanya. Dan harapan kita mudah-mudahan mereka tergugah dan menyetujui ajakan kita. Walaupun mereka tidak/ belum menerapkan ajakan kita, minimal mereka setuju dan mengiyakan.

Struktur dan Kebahasaan Teks Artikel

Struktur Teks Artikel

Bagian-bagian artikel secara umum adalah bagian awal (pengenalan), batang tubuh, dan bagian akhir (penutup).
1)        Pengenalan
Bagian pengenalan merupakan bagian yang menginformasikan tentang artikel tersebut. Bagian awal terdiri dari judul, nama penulis, dan pengantar.
a)        Judul
Judul merupakan kepala artikel. Judul adalah bagian dari pengenalan yang memberikan gambaran tentang isi artikel. Judul karangan yang baik adalah (1) mencerminkan isi karangan, (2) berupa pernyataan, bukan pertanyaan atau kalimat, (3) judul karangan tidak telalu panjang, dan tidak terlalu pendek, (4) menarik, dan (5) menimbulkan minat pembaca untuk membacanya
Contohnya : - Misteri Dana Kampanye
- Antara Mengarang Dan Menyunting
b)        Nama penulis
Nama penulis ditulis sebagai tanda kepemilikan karangan tersebut. Dalam menulis nama penulis hendaknya tidak disertai dengan pangkat, kedudukan, dan gelar akademik. Hal ini dilakukan untuk menghindari bias terhadap senioritas dan wibawa. Pangkat, kedudukan, dan gelar akademik tersebut dapat dituliskan pada bagian penutup.
Contohnya: - Surat Kepada Setan
Oleh : Putu Wijaya
c)        Pengantar
Pengantar ditulis sebagai pengantar isi karangan. Tujuannya agar pembaca lebih mudah untuk masuk isi dan dapat memahami dengan mudah isi artikel. Pengantar karangan harus ditulis dengan menarik. Pengantar karangan merupakan gambaran dari isi sebuah artikel yang akan memberikan imajinasi pembaca tentang isi tulisan tersebut.
2)        Batang tubuh
Batang tubuh merupakan inti dari sebuah karangan. Batang tubuh biasanya terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup.
(1)      Bagian pendahuluan
Bagian pendahuluan merupakan bagian awal dalam batang tubuh yang menguraikan hal-hal yang menarik perhatian pembaca. Dalam artikel pendahuluan berupa latar belakang masalah yang ditulis secara singkat dan jelas.
(2)     Bagian isi
Bagian isi merupakan bagian utama dari sebuah artikel. Isi pada sebuah artikel berupa persoalan-persoalan atau masalah-masalah yang akan dibahas. Materi tersebut dikupas secara detail dengan sistematika yang runtut dan jelas  agar pembaca benar-benar paham akan masalah tersebut
(3)     Bagian penutup
Bagian penutup merupakan bagian akhir dari sebuah artikel yang berisi simpulan dari pembahasan masalah tersebut. Pada artikel bagian penutup hanya berupa simpulan tanpa memberikan saran. Simpulan merupakan penegasan pendirian penulis atas masalah yang dibahas sebelumnya.
3)        Bagian akhir (penutup)

Bagian akhir (penutup) berisi identitas penulis. Identitas penulis ini berfungsi untuk meyakinkan pembaca akan isi artikel tersebut. Penulis harus memiliki keahlian dibidang tertentu sesuai dengan masalah yang ditulisnya. Dengan keahlian tersebut pembaca akan yakin dengan apa yang dipaparkan oleh penulis.

Kebahasaan Teks Artikel
Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif dapat diartikan sebagai susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar. Tentu saja karena kita berbicara tentang bahasa Indonesia, kaidah yang menjadi patokan kalimat efektif dalam bahasan ini adalah kaidah bahasa Indonesia menurut ejaan yang disempurnakan (EYD).

Syarat Kalimat Efektif
Pada dasarnya, ada empat syarat utama sebuah kalimat dapat dikatakan efektif atau tidak.
1. Sesuai EYD
Sebuah kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan maupun tanda baca yang tepat. Kata baku pun mesti menjadi perhatian agar tidak sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya.
2. Sistematis
Sebuah kalimat paling sederhana adalah yang memiliki susunan subjek dan predikat, kemudian ditambahkan dengan objek, pelengkap, hingga keterangan. Sebisa mungkin guna mengefektifkan kalimat, buatlah kalimat yang urutannya tidak memusingkan. Jika memang tidak ada penegasan, subjek dan predikat diharapkan selalu berada di awal kalimat.
3. Tidak Boros dan Bertele-tele
Jangan sampai kalimat yang kalian buat terlalu banyak menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Pastikan susunan kalimat yang kalian rumuskan pasti dan ringkas agar orang yang membacanya mudah menangkah gagasan yang kalian tuangkan.
4. Tidak Ambigu
Syarat kalimat efektif yang terakhir, kalimat efektif menjadi sangat penting untuk menghindari pembaca dari multiftafsir. Dengan susunan kata yang ringkas, sistemastis, dan sesuai kaidah kebahasaan; pembaca tidak akan kesulitan mengartikan ide dari kalimat kalian sehingga tidak ada kesan ambigu.
Ciri-ciri Kalimat Efektif
Untuk membuat kalimat efektif tidaklah sulit asalkan sudah memahami ciri-ciri suatu kalimat dikatakan efektif. Berikut ini adalah 5 ciri-ciri sehingga suatu kalimat dapat kita katakan efektif.
1. Kesepadanan Struktur
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kelengkapan struktur dan penggunaannya. Inilah yang dimaksud dengan kesepadanan struktur. Ada beberapa hal yang menyangkut ciri-ciri yang satu ini.
a. Pastikan kalimat yang dibuat mengandung unsur klausa minimal yang lengkap, yakni subjek dan predikat.
b. Jangan taruh kata depan (preposisi) di depan subjek karena akan mengaburkan pelaku di dalam kalimat tersebut.
Contoh kalimat efektif dan tidak efektif:
Bagi semua peserta diharapkan hadir tepat waktu. (tidak efektif)
Semua peserta diharapkan hadir tepat waktu. (efektif)
c. Hati-hati pada penggunaan konjungsi yang di depan predikat karena membuatnya menjadi perluasan dari subjek.
Contoh:
Dia yang pergi meninggalkan saya. (tidak efektif)
Dia pergi meninggalkan saya. (efektif)
d. Tidak bersubjek ganda, bukan berarti subjek tidak boleh lebih dari satu, namun lebih ke arah menggabungkan subjek yang sama.
Contoh:
Adik demam sehingga adik tidak dapat masuk sekolah. (tidak efektif)
Adik demam sehingga tidak dapat masuk sekolah. (efektif)
2. Kehematan Kata
Karena salah satu syarat kalimat efektif adalah ringkas dan tidak bertele-tele, kalian tidak boleh menyusun kata-kata yang bermakna sama di dalam sebuah kalimat. Ada dua hal yang memungkinkan kalimat membuat kalimat yang boros sehingga tidak efektif. Yang pertama menyangkut kata jamak dan yang kedua mengenai kata-kata bersinonim. Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini contoh mengenai kesalahan dalam kata jamak dan sinonim yang menghasilkan kalimat tidak efektif.
Contoh Kata Jamak:
Para siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi. (tidak efektif)
Siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi. (efektif)
Ketidakefektifan terjadi karena kata para merujuk pada jumlah jamak, sementara siswa-siswi juga mengarah pada jumlah siswa yang lebih dari satu. Jadi, hilangkan salah satu kata yang merujuk pada hal jamak tersebut.
Contoh Kata Sinonim:
Ia masuk ke dalam ruang kelas. (tidak efektif) Ia masuk ke kelas.
Ketidakefektifan terjadi karena kata masuk dan frasa ke dalam sama-sama menunjukkan arti yang sama. Namun, kata masuk lebih tepat membentuk kalimat efektif karena sifatnya yang merupakan kata kerja dan dapat menjadi predikat. Sementara itu, jika menggunakan ke dalam dan menghilangkan kata masuk—sehingga menjadi ia ke dalam ruang kelas—kalimat tersebut akan kehilangan predikatnya dan tidak dapat dikatakan kalimat efektif menurut prinsip kesepadanan struktur.
3. Kesejajaran Bentuk
Ciri-ciri yang satu ini menyangkut soal imbuhan dalam kata-kata yang ada di kalimat, sesuai kedudukannya pada kalimat itu. Pada intinya, kalimat efektif haruslah berimbuhan pararel dan konsisten. Jika pada sebuah fungsi digunakan imbuhan me-, selanjutnya imbuhan yang sama digunakan pada fungsi yang sama.
Contoh:
Hal yang mesti diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan pengolahannya. (tidak efektif)
Hal yang mesti diperhatikan soal sampah adalah cara membuang, memilah, dan mengolahnya. (efektif)
4. Ketegasan Makna
Tidak selamanya subjek harus diletakkan di awal kalimat, namun memang peletakan subjek seharusnya selalu mendahului predikat. Akan tetapi, dalam beberapa kasus tertentu, kalian bisa saja meletakkan keterangan di awal kalimat untuk memberi efek penegasan. Ini agar pembaca dapat langsung mengerti gagasan utama dari kalimat tersebut. Penegasan kalimat seperti ini biasanya dijumpai pada jenis kalimat perintah, larangan, ataupun anjuran yang umumnya diikuti partikel lah atau pun.
Contoh:
Kamu sapulah lantai rumah agar bersih! (tidak efektif)
Sapulah lantai rumahmu agar bersih! (efektif)
5. Kelogisan Kalimat
Ciri-ciri kalimat efektif terakhir yang amat krusial menyangkut kelogisan kalimat yang kalian buat. Kelogisan berperan penting untuk menghindari kesan ambigu pada kalimat. Karena itu, buatlah kalimat dengan ide yang mudah dimengerti dan masuk akal agar pembaca dapat dengan mudah pula mengerti maksud dari kalimat tersebut.
Contoh:
Kepada Bapak Kepala Sekolah, waktu dan tempat kamu persilakan. (tidak efektif)
Bapak Kepala Sekolah dipersilakan menyampaikan pidatonya sekarang. (efektif)
  
PENGERTIAN OPINI DAN FAKTA

Opini Adalah salah satu kata yang hampir selalu berdampingan dengan kata fakta dan keduanya memliki perbedaan yang sangat jelas dan artikel kali ini tujuannya juga untuk menjelaskan keduanya baik dari sisi pengertian maupun melalui contoh - contoh kalimat opini dan fakta untuk membedakan antara keduanya.

Pengertian Opini - Menurut Wikipedia opini (opinion) adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian. Meskipun bukan merupakan sebuah fakta akan tetapi jika suatu saat suatu opini dapat dibuktikan maka opini tersebut akan berubah menjadi sebuah fakta.

Dari dua pengertian dapat disimpulkan secara sederhana bahwa opini adalah kebalikan dari fakta dan berikut adalah contoh kalimat opini dan contoh kalimat fakta dalam beberapa kalimat di bawah ini.

Fakta (bahasa latin : Factus) adalah hal atau peristiwa yang benar-benar ada atau terjadi dan bisa dibuktikan kebenarannya. Informasi yang didengar dapat disebut fakta apabila informasi itu merupakan peristiwa yang berupa kenyataan yang benar-benar ada dan terjadi.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia: fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar – benar ada atau terjadi.

Kalimat yang berisi ada pelaku, tempat kejadian, waktu, jumlah, bagaimana kejadian/peristiwa tersebut terjadi, atau ada rincian yang jelas, serta tidak bisa dibantah kebenarannya, maka kalimat tersebut berupa kalimat fakta.

KALIMAT OPINI
JENIS-JENIS OPINI
a.     Opini perorangan - contohnya Lari sejauh 100 meter sudah melelahkan.
b.    Opini umum - contohnya makan yang berlebihan dapat mengakibatkan kegemukan.

CIRI-CIRI KALIMAT OPINI
a.       Tidak dapat dibuktikan kebenaranya.
b.       Bersifat subyektif dan dilengkapi uraian tentang pendapat, saran, atau ramalan 
        tentang sebab dan akibat terjadinya peristiwa.
c.       Tidak terdapat narasumber/atas pemikiran sendiri.
d.       Tidak memiliki data yang akurat.
e.       Berisi tanggapan terhadap peristiwa yang terjadi, berisi jawaban atas pertanyaan: 
        mengapa, bagaimana, atau lalau apa.
f.        Menunjukkan peristiwa yang belum atau akan tejadi pada masa yang akan datang         (baru berupa rencana).
g.       Kalimat opini itu belum pasti kejadiannya.dan biasanya diawali dengan kata kata 
       seperti “menurut saya”, “sepertinya”, “saya rasa”.
h.       Pendapat atau argumen seseorang.
i.        Informasi yang belum dibuktikan kebenarannya.
j.        Biasanya menggunakan kata-kata: bisa jadi, menurut, sangat, tidak mungkin, 
       sebaiknya, atau seharusnya.

CONTOH-CONTOH KALIMAT OPINI
1.       Lari sejauh 100 meter sudah melelahkan
2.       Makanan itu akan terasa lebih nikmat jika ditambah sedikit gula
3.       Ruangan kelas itu sangat sempit
4.       Tidak keramas selama 1 hari menyebabkan kepala gatal
5.       Bogor adalah kota paling indah di Indonesia
6.       Orang yang gemuk itu artinya hidupnya tenang
7.       Jika aku hidup di Amerika pasti lebih menyenangkan
8.       Jika indonesia dipimpin pemuda pasti lebih baik


KALIMAT FAKTA

JENIS-JENIS FAKTA
Fakta Umum - Kebenaran yang berlaku epanjang zaman. contohnya Matahari terbenam di barat dan terbit di timur.
Fakta Khusus - Kebenaran yang berlaku pada satu atau beberapa waktu tertentu. contohnya Aldi membaca buku.

CIRI-CIRI KALIMAT FAKTA
a.       Dapat dibuktikan kebenarannya.
b.       Memiliki data yang akurat misalnya tanggal, tempat ,waktu kejadian.
c.       Memiliki narasumber yang dapat dipercaya.
d.       Bersifat obyektif (apa adanya dan tidak dibuat-buat) yang dilengkapi dengan data 
       berupa keterangan atau angka yang menggambarkan keadaan.
e.       Sudah dipastikan kebenaranya.
f.        Biasanya dapat menjawab pertanyaan: apa, siapa, di mana, kapan, berapa dengan 
       jawaban yang pasti.
g.       Menunjukkan peristiwa telah terjadi.
h.       Kenyataan.
i.        Informasi dari kejadian yang sebenarnya.

Kalimat fakta adalah kalimat yg mengedepankan fakta nyata dan hasil temuan, dan sering kali menggunakan kutipan dari berbagai sumber sebagai penguat argumen, misalnya “berdasarkan tulisan Leonardo Da Vinci…”, “mengutip kata Shakespeare…”, “menurut hasil survey yang dilakukan oleh BSI…”, dll.
Kalimat fakta itu kejadiannya sudah terjadi dan pasti dan biasanya disertai dengan waktu kejadian. misalnya seperti “kebakaran yang terjadi di tanah abang senin kemarin telah memakan 8 orang korban jiwa”.

CONTOH-CONTOH KALIMAT FAKTA
a.       Penduduk Indonesia mayoritas beragama islam
b.       Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia
c.       Denpasar adalah ibukota Bali
d.       Gunung Merapi sudah meletus lebih dari satu kali
e.       Matahari terbenam di barat dan terbit di timur
f.        1 jam terdiri dari 60 menit
g.       Indonesia adalah negara kepulauan
h.       Air akan selalu mengikuti bentuk ruang yang di tempatinya

PERBEDAAN FAKTA DAN OPINI
Dari contoh - contoh kalimat di atas dapat diketahui perbedaan antara kalimat opini dan kalimat fakta antaralain :
Fakta:
1.       Kebenarannya bersifat objektif
2.       Merupakan kenyataan yang sebenarnya terjadi
3.       Terdapat data yang akurat sebagai pendukung
Opini:
1.       Kebenarannya bersifat subyektif
2.       Menunjukkan peristiwa yang belum terjadi
3.       Tidak adanya data pendukung