Sunday, April 8, 2018

Sistematika, Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai Sastra



  1. Hakikat Teks Esai Sastra
Menurut F.X Surana,Esai adalah sebagai kupasan suatu ciptaan,tentang suatu soal,masalah pendapat,ideology,dengan panjang lebar.Kupasan ini berdasarkan pandangan penulisnya dan diutarakan secara tidak teratur.
Menurut KBBI Esai adalah karya tulis atau karangan dalam bentuk prosa yang memaparkan tentang sesuatu masalah dari sudut pandang pribadipenulis secara lugas ndan sepintas
Esai sastra adalah karangan bebas atau prosa yang mengupas secara sepintas tetapi akurat, padat dan jelas mengenai suatu masalah berkaitan dengan kesusastraan, baik seni maupun budaya dengan sudut pandang penulisnya sendiri. Dalam menulis esai biasanya penulis akan memaparkan masalah dan memberikan penilaian serta solusi berdasarkan sudut pandangnya sendiri.Esai sastra dapat dilakukan untuk puisi, naskah drama, atau syair. 

  1. Sistematika Esai Sastra
  1. Pendahuluan
Berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subjek bahasan dan pengantar tetang subjek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut
  1. Tubuh esai
Menyajikan seluruh informasi tentang subjek
  1. Kesimpulan, menyebutkan kembali id pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subjek yang dinilai oleh si penulis

  1. Unsur Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai Sastra
  1. Penanda Kalimat Opini
Menurut saya, sekitar, kira-kira, alangkah baiknya/bagusnya, akan, jika, seandainya, pasti, dan lain-lain.

  1. Kalimat Efektif
Kalimat yang dibuat mengikuti kaidah kebahasaan dan EYD.
Syarat kalimat efektif:
1.      Kalimat tidak ambigu
2.      Kesejajaran bentuk
3.      logis
4.      Unity, kohesi, dan koherensi
5.      Memperhatikan EYD
6.      Tepat struktur fungsinya
7.      Sistematis
8.      Hemat kata

  1. Kata Baku
Kalimat yang aturan penulisannya tepat.

Kritik dan Esai Sastra



A. KRITIK SASTRA

1.    Pengertian Kritik Sastra
Istilah “kritik” (sastra) berasal dari bahasa Yunani yaitu “Krites” yang berarti hakim. Krites  sendiri berasal dari “Krinein” yang berarti menghakimi. Kriterion yang berarti “dasar penghakiman” dan kritikos yang berarti hakim kesusastraan ( Wallek, 1978 : 21). Kritik sastra merupakan studi sastra yang langsung berhadapan dengan karya sastra, secara langsung membicarakan karya sastra dengan penekanan pada penilaian ( Wallek, 1978 : 35 ). Hal ini sesuai dengan pengertian kritik sastra modern juga, seperti dikemukakan oleh H. B. Jassin (1959 : 44-45), yaitu kritik sastra merupakan pertimbangan baik buruk karya sastra, penerangan dan penghakiman karya sastra.

2.    Struktur Teks Kritik Sastra
1) Orientasi
Orientasi merupakan struktur pertama teks kritik sastra yang berisi tentang pengenalan hal yang akan kita kritik.
2) Interpretatif
Interpretasi adalah penafsiran karya sastra, dalam arti luas merupakan  penafsiran kepada semua aspek karya sastra.
3) Evaluai

3.    Fungsi Kritik Sastra
Menurut Pradopo (1988 : 17) kritik sastra memiliki tiga kegunaan, yaitu:
1)   Untuk perkembangan sastra itu sendiri
2)   Untuk perkembangan kesusastraan
3)   Untuk penerangan masyarakat pada umumnya yang menginginkan penerangan tentang karya sastra.
4)   Memberikan manfaat kepada masyrakat tentang pemahaman dan apresiasi sastra

4.    Langkah-Langkah  Mengkritik Yang Baik
  •  Sebelum memberi kritik kita harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang sesuatu yang   akan kita kritik. Sebagai contoh apabila kita akan mengkritik cerpen, kita harus mengetahui   pengetahuan luas tentang cerpen.
  •  Pahami segala istilah yang terdapat dalam karya. Baca juga bahan rujukan karya tersebut.
  •  Setelah itu buatlah catatan yang obyektif tentang kelebihan dan kekurangan karya yang akan     dikritik. Contoh catat bagaimana tema, alur, penokohan, latar atau bahasa yang ada dalam   cerpen.
  • Sebelum kritik disampaikan pikirkan kembali “Bagaimanakah perasaan saya jika dikritik  semacam itu?”
  • Saat menyampaikan kritik melalui lisan atau tulisan perhatikan penggunaan bahasa. Gunakan bahasa yang tidak menyerang orang dan yang tidak menyakiti hati. Beri penilaian yang jujur dan obyekyif, tetapi tetap santun.
  • Kritik harus mempunyai alasan yang masuk akal atau logis, jadi tidak asal mengkritik.
  • Contoh kalimat kritik yang baik dan benar “Saya sangat sependapat dengan Anda mengenai faktor kebersihan. Lingkungan yang bersih adalah syarat utama hidup sehat. Apabila lingkungan bersih dengan sendirinya nyamuk tidak dapat berkembang biak dan demam berdarah juga tidak akan ada di tempat tersebut.” “Saya kurang sependapat dengan Anda. Dari beberapa kasus demam berdarah justru menjangkit warga perumahan yang relatif lebih bersih daripada perkampungan. Saya kira pengasapan masih lebih efektif.”



CONTOH KRITIK SASTRA

Penulis Mengubah Sejarah Hidup Dengan Madre

Dewi Lestari, yang juga dikenal dengan nama pena Dee, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Sepanjang kiprahnya sebagai penulis sejak tahun 2001, Dee telah memepereoleh berbagai penghargaan karya sastra dan semua bukunya selalu menjadi bestseller. Beberapa bahkan telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Namun baginya, hadiah terbesar sebagai penulis ada ketika karyanya dapat menyentuh, bahkan mengubah, hidup pembacanya.

Madre merupakan buku Dee yang ketujuh sekaligus kumpulan fiksi ketiganya setelah Filosofi Kopi (2006) dan Rectoverso (2008). Ia tinggal di pinggir kota Jakarta yang tenang bersama suami dan dua anaknya tercinta.

Madre yang menceritakan kisah hidup seorang bernama Tansen tiba-tiba mendapat warisan dari orang yang sangat belum dia kenal. Bernama Tan Sie Gie, orang yang mencantumkan namanya dalam daftar warisan di surat wasiatnya. Seketika itu Tansen bingung karena merasa dimasukkan ke dalam cerita yang dia tidak mengetahui sama sekali apa yang sedang terjadi.

Suatu hari, Tansen bersama seorang pengacara yang ditunjuk Pak Tan menuju sebuah toko tua tanpa plang. Masuklah kedua orang itu dan di dalam disambut oleh Pak Hadi, penjaga toko tua itu. Rupanya penjaga rumah itu sangat menantikan sekali kedatngan Tansen ke tempat yang mati itu. Sempat Tansen menolak dan ingin memberikan warisan yang menjadi hak nya itu untuk diberikan kepada Pak Hadi. Namun seiring berjalannya waktu, saat Pak Hadi menceritakan silsialh dah cerita asal muasal kenapa nama Tansen disebut dalam surat wasiatnya. Namun pada akhirnya Tansen mau menerima  harta warisan itu dari pak Hadi. Dikeluarkannya amplop dan diberikan kepada Tansen. Ternyata isi amplop itu adalah kunci untuk membuka bankas yang saat dibuka berisi sebuah biang yang disebut Madre.

Sejak itu, kehidupan Tansen yang semula tak teratur, hidup bebas hari demi hari mulai berubah. Pekerjaan yang ia geluti kini adalah untuk menghidupkan kembali toko yang telah lama mati. Padahal dulu toko roti itu merupakan yang terlaris di Jakarta. Mulai saat itu, Tansen mulai serius menggarap pekerjaan besarnya itu sesuai dengan jiwa pemudanya hingga sukses dan berjaya seperti dulu kala.

Sebagaimana karya-karya Dewi Lestari bisa tergambarkan dari isi dan bentuk ceritanya. Gaya bercerita Dee yang pandai menciptakan cerita-cerita yang tidak begitu berat untuk dibaca. Kekuatan antar kalimat yang mengalir ringan dan selalu membuat penasaran namun tidak asalan, selalu ditunjukkan dari setiap karya-karya Dewi Lestari. Dalam gaya bercerita yang sangat imajinatif, mengutamakan sesuatu yang sangat luar biasa menjadi ciri khas Dewi Lestari. Konflik yang berat dibuat ringan menurut gaya pemikiran Dewi Lestari.

Madre, memiliki tema yang bisa dikatakan lain. Dia mampu membuat cerita yang mengangkat sesuatu yang ada dimasyarakat walaupun dari sesuatu yang kecil menjadi karya yang bagus. Keseimbangan antara isi dan bentuk membuat berbeda dengan yang biasa dijumpai dari pengarang-pengarang yang lain. Selain itu gaya bahasa yang digunakan tidak monoton.



B. ESAI SATRA

1. Pengertian Esai
Menurut KKBI, esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Menurut Arif Budiman (dalam Ariaatmadja, 2001:274), seorang esais menulis karena “terpesona” oleh sesuatu atau oleh “sifat benda-benda” dan kemudian tergerak untuk menguraikannya secara analitis, interpretatif, deskriptif, atau emotif.

Esai dalam dunia jurnalis juga dikenal sebagai tulisan berupa pendapat seseorang tentang suatu permasalahan yang ditinjau secara subyektif menurut pandangan seseorang

Pandangan Dorbie dan Hirt Tentang Perbedaan Esai jurnalistik dan Jurnal Sastra 
Esai Jurnalistik
  • Memberi informasi faktual kepada pembaca
  • Esai berada dalam khasanah literatur jurnalistik yang menetapkan akurasi informasi sebagai kebutuhan awal pembaca
  • Disampaikan dengan gaya penyampaian yang mengandung muatan sastra yang kental dan subyek tulisan didiskusikan melalui cerita sejarah, berita aktual, atau pengalaman seseorang.
  • Pemanfaat pengalaman manusia digunakan untuk menyentuh emosi pembaca
  • Esai jurnalistik bersubtansi pendek, tinggi, tajam, dan personal
  • Hanya berisi gagasan penting saja
  • Pengamatan tajam

Esai sastra (Jackob Sumarjo)
  • Penulis lebih leluasa memilih subyek dan gaya penyampaian yang dikehendakinya dan dinilainya penting.
  • Gaya penyampaian mengikuti teknik tertentu yang dianggap memuaskan dari segi estetik sastra
  • Tidak mementingkan aktualitas tema
  • Tidak mementingkan panjang-pendek kalimat dan paragraf
  • Tidak mementingkan minat pembaca terhadap subyek yang dibahas (Nelson dalam Asraatmadja, 2001:273)


Aspek Penilaian Esai
  1. Daya analitis
  2. Unsur reflektif (melihat karya untuk diri sendiri)
  3. Non teknis
  4. Non sistematis




Saturday, October 28, 2017

Kisi-kisi Soal Ujian Semester kelas XII SMAN 5 Banda Aceh

Kompetensi Dasar
Indikator
Jumlah soal
3.1         Mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan yang dibaca

3.1.1        Mengidentifikasi unsur-unsur surat lamaran pekerjaan yang dibaca
3.1.1        Mengidentifikasi isi surat lamaran pekerjaan yang dibaca
1
4.1    Menyajikan simpulan sistematika dan unsur-unsur isi surat lamaran pekerjaan baik secara lisan maupun tulis
4.1.1        Menyimpulkan struktur dan isi surat lamaran pekerjaan, baik secara lisan maupun tulis
1
3.2    Mengidentifikasi unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan

3.2.1        Mengidentifikasi penggunaan huruf kapital pada surat lamaran pekerjaan 
3.2.2        Mengidentifikasi penggunaan tanda baca pada surat lamaran pekerjaan
3.2.3        Mengidentifikasi penggunaan kalimat efektif pada surat lamaran pekerjaan
3.2.4        Mengidentifikasi penggunaan kata tidak baku pada surat lamaran pekerjaan
3
4.2         Menyusun surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan
4.2.1        Menulis surat lamaran pekerjaan dengan memerhatikan isi, sistematika, dan kebahasaan surat lamaran pekerjaan

1
3.3         Mengidentifikasi informasi yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi, dan resolusi, dalam cerita sejarah lisan atau tulis
3.3.1        Siswa mampu mengidentifikasi struktur (orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi, dan resolusi) dalam cerita sejarah tulis.
3.3.2        Siswa mampu mengidentifikasi informasi yang mencakup orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan, komplikasi, dan resolusi dalam cerita sejarah tulis.
1
4.3         Mengonstruksi nilai-nilai dari informasi cerita sejarah dalam sebuah teks eksplanasi
4.3.1        Siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai dari informasi cerita sejarah.
4.3.2        Siswa mampu mengkonversi nilai-nilai dari informasi cerita sejarah ke dalam sebuah teks eksplanasi.
1
3.4         Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah


3.4.1        Siswa  mampu menemukan kata ganti pronomina dan kata keterangan
3.4.2        Siswa mampu menemukan verba material dan konjungsi tenporal
2
4.4   Menulis cerita sejarah pribadi memperhatikan kebahasaan
4.4.1        Siswa mampu menulis cerita sejarah pribadi memperhatikan kebahasaan
1
3.5         Mengidentifikasi informasi (pendapat, alternatif solusi dan simpulan terhadap suatu isu) dalam teks editorial                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
3.5.1        Siswa mampu mengidentifikasi informasi berupa pendapat terhadap suatu isu dalam teks editorial. 
3.5.2        Siswa mampu mengidentifikasi informasi berupa alternatif solusi terhadap suatu isu dalam teks editorial.
3.5.3        Siswa mampu mengidentifikasi informasi berupa simpulan terhadap suatu isu dalam teks editorial.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 
2
4.5    Menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial baik secara lisan maupun tulis
4.5.1        Siswa mampu menyeleksi ragam informasi sebagai bahan teks editorial baik secara lisan maupun tulis.
1
3.6         Menganalisis struktur dan         kebahasaan teks editorial
3.6.1        Merinci bagian-bagian struktur teks Editorial
3.6.2        Menelaah kebahasaan teks editorial
2
4.6         Merancang teks editorial dengan  memerhatikan struktur dan  kebahasaan baik secara lisan maupun tulis

4.6.1        Merencanakan penulisan teks editorial
4.6.2        Menulis teks editorial dengan memperhatikan kelengkapan struktur pernyataan pendapat, argumentasi, dan pernyataan ulang pendapat
4.6.3        Menulis teks editorial dengan memperhatikan kelengkapan kaidah kebahasaan adverbia, konjungsi, kosakata dan verba.
2
3.7         Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerpen/puisi) dan satu buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca
3.7.1        Menilai isi buku fiksi kumpulan cerpen
3.7.2        Menilai isi buku fiksi kumpulan puisi
3.7.3        Menilai isi buku pengayaan nonfiksi
4
4.7         Menyusun laporan hasil diskusi buku tentang satu topik baik secara lisan maupun tulisan
4.7.1        Menyusun laporan hasil diskusi buku tentang satu topik secara tulisan

3.8         Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca
3.8.1        Siswa menemukan nilai-nilai kehidupan dalam novel yang dibaca
3.8.2        Siswa menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca
2
4.8         Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang baik secara lisan maupun tulis
4.8.1        Siswa merancang sajian interpretasi terhadap pandangan pengarang
4.8.2        Siswa menyajikan interpretasi terhadap pandangan pengarang
1
3.9    Menganalisis isi dan kebahasaan novel

3.9.1        Siswa mampu menentukan unsur instrinsik novel.
3.9.2        Siswa mampu menelaah gaya bahasa dalam novel.
2
4.9    Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulis

4.91          Siswa mampu merancangkerangka/draf awal novel dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.
4.92          Siswa mampu mempresentasikan draf awal novel dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.
1
3.10 Mengevaluasi informasi, baik fakta maupun opini, dalam sebuah artikel yang dibaca

3.10.1    Siswa mampu mengetahui perbedaan fakta dan opini
3.10.2    Siswa mampu mengevaluasi informasi baik berupa fakta dan opini dalam sebuah artikel
2
4.10     Menyusun opini dalam bentuk artikel

4.10.1    Siswa mampu menemukan   masalah dari video yang ditampilkan
4.10.2    Siswa mampu menyusun opini mengenai penyelesaian masalah yang telah ditemukan
4.10.3    Siswa mampu membuat opini ke dalam bentuk artikel
1
3.11     Menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah

3.11.1    Mampu mengalisis kalimat aktif dalam artikel yang dibaca.           
3.11.2    Mampu mengalisis konjungsi dalam artikel yang dibaca.
3.11.3    Mampu mengalisis kalimat fakta dalam artikel yang dibaca.
3.11.4    Mampu mengalisis kalimat opini dalam artikel yang dibaca.
3
4.11     Mengonstruksi sebuah artikel dengan memerhatikan fakta dan kebahasaa
4.11.1    Mampu merancang kerangka artikel dengan memperhatikan fakta dan kebahasaan.
4.11.2    Mampu menulis artikel dengan memperhatikan fakta dan kebahasaan.
1