Sunday, May 31, 2020

Pengertian Resensi dan Unsur-unsurnya

Pengertian Resensi

Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dimaksud disini bisa berupa berupa buku dan karya seni film dan drama.

Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Unsur-unsur Resensi

Terdapat unsur-unsur yang harus dimiliki sehingga resensi dapat dikatakan utuh, berikut ini unsur resensi:

1. Judul Resensi
Judul sebuah resensi mesti mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul resensi yang menarik memberikan nilai lebih tersendiri.

2. Menyusun Data Buku
Penyusunan data buku dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Judul buku;
  • Pengarang;
  • Penerbit;
  • Tahun terbit beserta cetakannya;
  • Dimensi buku;
  • Harga buku;

3. Isi Resensi Buku
Bagian ini berisi mengenai sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan.

4. Penutup Resensi Buku
Pada bagian penutup biasanya berisi alasan kenapa buku tersebut ditulis dan kepada siapa buku tersebut ditujukan.

Menurut saya, resensi ini hampir serupa dengan teks ulasan. Saya sarankan kamu membacanya juga. 

Struktur resensi

1.      Judul resensi

2.      Pendahuluan

3.      Isi

4.      Penutup


Prinsip-prinsip Penulisan resensi

1.      Memilih objek resensi

2.      Mengenal dan menguasai objek resensi

3.      Mengulas dan menimbang objek resensi

4.      Menulis hasil resensi

 

Jenis-jenis Resensi

Secara garis besar resensi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Resensi Informatif, disini resensi disampaikan secara singkat dan umum dari keseluruhan isi buku.
  2. Resensi Deskriptif, yaitu resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau bab nya.
  3. Resensi Kritis, yaitu resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi resensi biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi buku.

Tetapi bisa saja ketiga jenis resensi diatas diterapkan secara bersama-sama karena ketiganya tidak baku.

Tujuan Resensi

Perlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikut:

  • Mengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.
  • Memberikan gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara ringkas.
  • Memberikan masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara penulisan buku.
  • Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
  • Menguji kualitas buku dan membandingkan terhadap karya lainnya.

Manfaat Resensi

1.      Bahan Pertimbangan
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

2. Sarana Promosi Buku
Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga resensi bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal dan banyak terjual.


3. Pengembangan Kreativitas
Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan kreativitas menulis.

4. Nilai Ekonomis
Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya. Lumayan kan!

Itulah pembahasan lengkap mengenai resensi yang memuat pengertian, unsur beserta jenis, sekaligus tujuan dan manfaatnya. Untuk contoh resensi InsyaAllah akan
Yuksinau.com lanjutkan pada pembahasan di artikel berikutnya.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Resensi
http://rinpm.blogspot.co.id/p/pokok-pembahasan-1.html


PENGERTIAN KARYA ILMIAH DAN UNSUR-UNSURNYA

PENGERTIAN KARYA ILMIAH DAN UNSUR-UNSURNYA

 

1.    Pengertian Karya Ilmiah 

Karya Tulis Ilmiah adalah tulisan tentang ilmu pengetahuan yang menyampaikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar (Rosidi, 2009: 16). Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

 

2.    Tujuan Karya Ilmiah

  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan siswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

 

3.    Manfaat Karya Ilmiah

  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • Memperoleh kepuasan intelektual;
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

4.    Ciri-ciri karya ilmiah:

·    Topik yang disajikan unik dan menarik

·    Ditulis dalam bahasa yang baik dan benar, serta tidak menimbulkan salah penafsiran bagi pembacanya

·    Disertai fakta yang akurat dan meyakinkan

·    Informasi yang disajikan lengkap

 

5.    Sistematika Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi)

Secara umum, sebuah karya ilmiah terbagi dalam tiga bagian besar. Bagian yang dimaksud ialah pendahuluan, isi, dan pembahasan. Namun terlebih dahulu kita bahas tentang bagian pembuka dalam penulisan suatu karya ilmiah yaitu, berupa :

Cover                              : berisi halaman judul dan keterangan data diri penulis

Halaman Pengesahan     : berisi lembar pengesahan

Abstrak                           : suatu bagian uraian yang sangat singkat, bertujuan untuk menerangkan

                                          kepada para pembaca aspek-aspek mana yang dibicarakan.

Kata Pengantar                : berisi ucapan terima kasih atas terselesaikannya penulisan

Daftar Isi                          : lembaran berisi nomor halaman setiap bagian

Daftar Tabel                      : lembaran berisi nomor halaman setiap tabel yang terdapat dalam

                                            penelitian 

BAB I PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang Masalah: Latar belakang masalah merupakan uraian informasi sehubungan dengan timbulnya masalah. Informasi atau data mengenai masalah tersebut harus dicari untuk mengetahui kedudukan masalah dengan pasti. Pada bagian ini, penulis harus menguraikan apa yang menjadi ketertarikannya pada objek yang diteliti. Menjelaskan tentang alasan dasar dari penulisan yang sedang diteliti.

2.    Rumusan Masalah: Dari fenomena yang menarik perhatian, penulis harus secara eksplisit mengemukakan masalah yang hendak dibahas. Rumusan masalah biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari jawabannya dalam penelitian.

3.    Batasan Masalah: masalah yang hendak dibahas atau diteliti itu masih harus dibatasi. Hal ini dilakukan agar pembahasan tidak terlalu luas kepada aspek-aspek yang jauh dari relevan. Selain itu, pembatasan masalah penelitian juga akan menolong dalam hal efektivitas penulisan karya ilmiah. 

4.    Tujuan Penelitian : tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. Bedanya, jika masalah penelitian dirumuskan dalam kalimat tanya, tujuan penelitian diungkapkan dalam bentuk kalimat pernyataan.

5.    Asumsi dan Hipotesis: Asumsi (anggapan dasar/postulat) adalah pernyataan yang dianggap benar oleh peneliti; Hipotesis adalah sesuatu yg dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dsb) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan (jawaban sementara yang harus dibuktikan).

6.    Manfaat Penelitian : Manfaat penelitian dapat diuraikan secara umum dan khusus. Misalnya, untuk kepentingan praktis, bidang keilmuan atau bidang profesi penulis, atau untuk kepentingan kelompok.

 

 BAB II KAJIAN PUSTAKA/KAJIAN TEORETIS

            Pembahasan teori: Pada bagian ini, penulis memuat teori-teori yang berkaitan dengan objek penulisan yang diteliti. Penulis memuat pemikiran-pemikiran para ahli yang terdahulu dan juga memuat berbagai argumentasi atau pendapat keilmuan berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh para ahli.

 

BAB III METODE PENELITIAN

Cara atau sistem yang digunakan pada penelitian agar terbukti atau teruji dengan benar penelitian yang diteliti. Biasanya metodologi penelitian memuat :

  1. Jenis Penelitian
  2. Populasi dan Sampel
  3. Teknik Pengumpulan Data
  4. Populasi dan sampel yang akan di uji berdasarkan objek penelitian.
  5. Instrumen penelitian (alat yang digunakan pada penelitian)
  6. Waktu dan tempat penelitian
  7. Pengumpulan data dan analisis data. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui penelitian survei atau dengan menyusun kuesioner yang memuat berbagai pertanyaan dari beberapa sampel yang akan di uji. Setelah melakukan pengumpulan data selanjutnya akan di analisa.

 

BAB IV PEMBAHASAN

Hasil Penelitian yang dijabarkan sebagai berikut :

  1. Jabaran varibel penelitian: berisi tentang penjabaran dari variabel data yang di teliti. Biasanya dapat berbentuk table atau grafik.
  2. Hasil penelitian: Bagian ini penulis mengungkapkan hasil penelitian yang telah di teliti. Hasil penelitiannya bisa dibuat dalam bentuk penjabaran atau penjelasan dari variabel data yang telah dibuat ataupun dilampirkan. Hasil penelitian ini tentunya didasarkan pada teori yang ada pada bagian pembahasan teori dan kerangka pemikiran dari para ahli.
  3. Deskripsi penelitian: mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

 

BAB V PENUTUP

Bagian terakhir dari sistematika penulisan karya ilmiah adalah bagian penutup yang memuat :

  1. Simpulan: berisi ringkasan secara garis besar dari hasil penelitian yang diteliti.
  2. Saran: berisi masukan atau pendapat dari hasil penulisan karya ilmiah demi kesempurnaan suatu penulisan.
  3. Daftar pustaka, berisi tentang refensi-refensi yang digunakan penulis sebagai bahan dasar  penulisan karya ilmiah. Biasanya dari buku ataupun website.
  4. Lampiran- lampiran


(Sumber: Rosidi, Imron.2009. Sukses Menulis Karya Ilmiah. Pasuruan: Pustaka Sidogiri.)

http://kaktakim.blogspot.co.id/2015/02/pengertian-karya-ilmiah-dan-bagian.html

 

Unsur-unsur pada karya ilmiah sederhana (makalah):

  1. Cover
  2. Kata Pengantar
  3. Daftar isi
  4. Bab I Pendahuluan

a.  Latar belakang

b. Rumusan Permasalahan

c.  Tujuan

d. Manfaat

  1. Bab II Pembahasan
  2. Bab III Penutup

a.  Simpulan

b. Saran

  1. Daftar Pustaka
  2. Lampiran

Proposal, Pengertian, Unsur, dan Sistematika Proposal

Proposal

A.    Pengertian Proposal

Poposal adalah bentuk tertulis dari apasaja yang kita ajukan atau kita tawarkan kepada pihak/ orang lain, yang berbentuk ide/gagasan, rencana kegiatan/usaha, dan program (Happy Susanto,  2009 : 1-2). Proposal memiliki arti sederhana sebagai suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan ijin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya (Hariwijaya, 2005:12-13), proposal yaitu tulisan yang dibuat dengan tujuan menjelaskan dan juga menjabarkan maksud atau tujuan kepada seseorang, instansi, atau suatu kelompok.

 

Pengertian proposal Pengajuan atau penawaran atas program yang akan kita lakukan pada masa mendatang, Secara kebahasaan, kata “proposal” berasal dari kata bahasa inggris “to prupose” yang berati “mengajukan” atau bisa juga diartikan “menawarkan”. Dari ketiga pengertian diatas kita dapat simpulkan bahwa Proposal berasal dari bahasa Inggris yaitu “To Prupose” yang artinya mengajukan, dan dapat diartikan proposal merupakan ide maupun gagasan tertulis yang diajukan dengan harapan pihak yang menerima dapat melaksanakan ide maupun gagasan yang diberikan.

 

Dari pengertian tentang Proposal diatas kita bisa melihat tujuan dari Proposal adalah pihak yang menerima proposal dapat memenuhi dan melaksanakan ide atau gagasan yang diberikan. Dalam pengertian lain kita bisa melihat pengertian proposal dari sudut pandang kepentingan pembuatnya di bagi 2, yaitu :

‘Proposal Penelitian’ dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk proposal penelitian ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dan lain lain.

‘Proposal Umum’ yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan. Bentuk proposal ini memiliki banyak kemiripan dengan model proposal penelitian yang digunakan dalam dunia ilmiah, namun karena sifatnya yang lebih umum maka proposal umum biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan. Namun, walaupun lebih bebas, penulisan Proposal umuu tetap harus mengindahkan kaidah-kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang-orang yang membaca proposal tersebut.


B.     Jenis-Jenis Proposal

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu : proposal berbentuk formal, semiformal dan nonformal.

 

1. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu:

bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan.

isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya.

bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

 

2. Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

a.       Isi Proposal

Isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.

Jika kita perhatikan perbedaan Proposal formal dan Non formal terletak pada struktur penulisan proposal dan kepentingan pengajuannya.

b.      Ciri-Ciri Proposal

Proposal memiliki ciri khusus dalam pembuatannya, yaitu :

Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan

Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan

Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara

Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara

dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).

 

C.    Unsur-unsur Proposal

Setelah kita mengetahui ciri-ciri dari proposal kita akan melihat nnsur-unsur Proposal.

1.      Nama kegiatan (Judul)

Nama kegiatan/judul yang akan dilaksanakan tercermin dalam judul proposal.

2.      Latar belakang

Latar belakang proposal berisi pokok-pokok pemikiran dan alasan perlunya diadakan kegiatan tertentu.

3.      Tujuan kegiatan

Penyusunan proposal harus merumuskan tujuan sedemikian rupa agar target yang akan dicapai dan nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan oleh pembaca proposal. Oleh karena itu, tujuan harus dijabarkan supaya tampak manfaatnya.

4.      Tema

Tema adalah hal yang mendasari kegiatan tersebut.

5.      Sasaran/peserta

Penyusun proposal harus menetapkan secara tegas siapa yang akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

6.      Tempat dan waktu kegiatan

Dalam proposal harus dituliskan secara jelas kapan dan di mana kegiatan akan dilaksanakan.

7.      Kepanitiaan

Penyelenggara atau susunan panitia harus dicantumkan dalam proposal dan ditulis secara rinci.

8.      Rencana anggaran kegiatan

Penulis proposal harus menyusun anggaran biaya yang logis dan realistis, serta memperhatikan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

9.      Penutup

 

 D.    Sistematika Proposal

 

Nama kegiatan (Judul)

I.    Pendahuluan

A.    Latar belakang

B.     Tujuan kegiatan

II.  Isi proposal

A.    Tema

B.     Sasaran/peserta

C.     Tempat dan waktu kegiatan

D.    Kepanitiaan

E.     Rencana anggaran kegiatan

III. Penutup

 

 

Sumber : http://nadia-fadhila.blogspot.co.id/2014/04/teori-proposal.html (didownload pada 31 Maret 2017. 09:48:34 WIB)

 

Daftar refrensi Online

http://aderiska-pilyang.blogspot.com/2011/05/proposal.html

http://bahasaindosugik.blogspot.com/2011/12/menulis-proposal-kegiatan.html

http://www.bestektur.com/2013/10/pengertian-proposal-secara-ilmiah.html#ixzz2zR4fo0CS

http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html